SUMATERA EKSPRES L.P.6

Selasa, 08 September 2015

taman baca

2.1 Identitas Pusat Sumber Belajar Nama : Taman Baca Amin Jenis : Taman Baca Kepemilikan : Jatim Park Group Alamat: Jalan Sultan Agung No.02 Kota Batu Jam palayanan : Taman baca pukul 14.00-21.00 Poligigi hari jumat, minggu pukul 11.00-16.00 Latar belakang pendidikan Petugas Perpustakaan : S1 Sastra Inggis, S1 Akutansi, SMA a. Sejarah Taman baca amin berasal dari nama sesepuh di Jatim Park, yang juga berarti Amin untuk doanya dalam kebaikan, dinamakan amin karena setiap berdoa seseorang selalu mengatakan kata “amin”. Taman baca ini adalah salah satu aksi jatim park grup setelah poli gigi gratis pada masyarakat yang tidak mampu. ‘AMIN’ adalah fasilitas gratis yang berupa poliklinik dan taman bacaan yang terletak di pintu masuk kawasan wisata Jatim Park 1 di Kota Batu Jawa Timur. Fasilitas tersebut dirancang oleh konsultan arsitektur bernama dpavilion, dan terdiri atas tiga lantai. Nama Contertainer mencerminkan arsitektur fasilitas tersebut akan dominasi susunan container bekas pada lantai dua dan lantai tiga yang berupa taman bacaan. Penggunaan container bekas sebagai arsitektural pada fasilitas ini memiliki arti bahwa masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan berupa sarana pendidikan di era industrialisasi, yang disimbolkan oleh container sebagai sarana untuk distribusi hasil container. Perancangan ini mengambil tema penyelarasan konsep interior terhadap konsep eksterior. Susunan container yang berfungsi sebagai taman bacaan pada fasilitas ini memang menarik, dan menggunakan warna yang berbeda di setiap container untuk menunjukkan identitas tiap ruang. Arsitektur yang menarik ini mampu menjadi perhatian serta mengundang masyarakat untuk datang dan menggunakan fasilitas taman bacaan tersebut dengan tujuan agar meningkatkan minat baca dan memberi manfaat positif bagi masyarakat. Gedung ini terdiri dari 21 gerbong truk container tepatnya 4 ruangan 6 container merah ruangan, 4 container kuning ruangan, 8 container biru ruangan dan 3 container hijau ruangan. Gedung ini terdiri dari tiga lantai, lantai pertama ruangan untuk poli gigi, lantai kedua berisi ruangan lobi, ruangan santai, ruangan anak dan sirkulasi, lantai tiga terdiri dari ruang baca, dan ruang diskusi. Perpus Amin ini berdiri sejak 6 tahun lalu. Tepatnya diresmikan oleh Walikota Batu Eddy Rumpoko, pada 30 November 2008. Terdapat prasasti peresmiannya di lantai satu. Selain prasasti, di lantai dasar juga terdapat dua ruang dokter gigi dan satu ruang dokter umum.

perpus

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dan dapat mendukung proses/kegiatan pengajaran secara efektif dan dapat memudahkan pencapaian tujuan pengajaran/ belajar, yang sengaja disediakan atau dipersiapkan, baik yang secara langsung/tidak langsung, baik yang konkret/yang abstrak ( Rohani, 2004:164). Sumber belajar yang baik adalah sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh semua orang tak terkecuali oleh masyarakat luas. Masyarakat selalu beranggapan bahwa belajar hanya untuk siswa dan kaum intelektual saja, sedangkan mereka tidak perlu lagi belajar. Kondisi TBM yang selama ini ada masih mengalami berbagai kendala untuk benar-benar menjadi sumber belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat. Secara umum, kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai, jumlah dan jenis bahan bacaan yang kurang bervariasi, profesionalisme pengelola, kurangnya aktivitas pendukung, kurangnya mutu layanan dan keterbatasan jaringan kerja kemitraan di TBM selama ini masih diperbaiki dan ditingkatkan. Selain itu, masih ada masalah lain yang dihadapi Taman Bacaan Masyarakat adalah rendahnya minat baca masyarakat. Banyaknya sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola karena berperan dalam proses belajar seseorang untuk itu diperlukan upaya dalam meningkatkan pelayanan TBM sebagai sumber belajar. Selain itu, dengan kegiatan TBM ini diharapkan pula dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan memperluas wawasan bagi mereka yang telah melek aksara, serta bagi mereka yang putus sekolah atau tamat sekolah tetapi tidak melanjutkan sebagai bekal untuk mengembangkan diri, bekerja atau berusaha secara mandiri dalam setiap aktivitas mereka dalam kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu dipilihlah Taman Baca “Amin” Kota Batu yang berada di Jalan Sultan Agung 02 Batu. Dipilih lokasi ini karena pihak pengelola selalu berupaya menambah pelayanan supaya dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi masyarakat sekitar.